Kode Etik Profesi

  1. Apa itu kode etik profesi?

Jawab : Merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.

Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional

  1. Apakah kode etik profesi itu perlu, jika ya jelaskan argumentasinya. jika tidak kenapa?

Jawab : Sangat perlu. Karena dengan adanya kode etik profesi yang berfungsi sebagai pengatur atau pedoman dalam menentukan dan melakukan suatu pilihan di dalam suatu perusahaan / organisasi, ini akan mencapai hasil yang telah disepakati oleh manajemen. Mulai dari pengaturan dalam menjalankan setiap transaksi / bisnis, sikap – sikap yang harus di lakukan, proses dan system yang berlangsung, semuanya terkandung di dalam kode etik profesi ini sehingga semua pihak dapat bertindak secara professional guna mencapai tujuan yang sama.

 

  1. Independensi. Bagaimana atau apa saja yang mempengaruhi sehingga auditor suatu entitas yang diperiksa dianggap tidak independen lagi?

Jawab : Independensi berarti mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan audit, mengevaluasi hasilnya, dan membuat laporan audit.

Yang mempengaruhi auditor suatu entitas yang diperiksa dianggap tidak independen lagi adalah :

-          Telah terpengaruh oleh pihak – pihak yang terkait untuk mendapatkan keuntungan pribadi (bertentangan dengan norma hokum)

-          Tidak jujur, kekeliruan & kecurangan

-          Auditor dan perusahaan tergantung dalam hal keuangan terhadap klien

-          Terlibat dalam konflik kepentingan yang akan mengganggu objektivitas berkenaan dengan cara – cara yang mempengaruhi laporan keuangan

-          Telah memiliki hubungan dengan klien yang akan mengganggu objektivitas auditor

-          Sudah tidak mempertahankan mental independen didalam memberikan jasa professional sebagaimana di atur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh IAI.

  1. Cari contoh kasus – kasus atau skandal – skandal yang berhubungan laporan keuangan yang diaudit yang berhubungan dengan pelanggaran kode etik profesi baik itu kasus dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Kasus dari luar negeri berikan 3 contoh sedang dalam negeri 2 contoh.

Jawab :

Dalam Negeri Luar Negeri
  1. 1.      Kasus Mulyana W. Kusuma

seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu.

Analisa : Dalam kasus ini terdapat pelanggaran kode etik dimana auditor telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang auditor dalam mengungkapkan kecurangan. Auditor telah melanggar prinsip keempat etika profesi yaitu objektivitas, karena telah memihak salah satu pihak dengan dugaan adanya kecurangan. Auditor juga melanggar prinsip kelima etika profesi akuntansi yaitu kompetensi dan kehati-hatian professional, disini auditor dianggap tidak mampu mempertahankan pengetahuan dan keterampilan professionalnya sampai dia harus melakukan penjebakan untuk membuktikan kecurangan yang terjadi.

  1. 2.      Kasus Malinda Dee memalsukan tanda tangan nasabah

Terdakwa kasus pembobolan dana Citibank, Malinda Dee binti Siswowiratmo (49), diketahui memindahkan dana beberapa nasabahnya dengan cara memalsukan tanda tangan mereka di formulir transfer.

Pembahasan: Dalam kasus ini malinda melakukan banyak pemalsuan tanda tangan yang tidak diketahui oleh nasabah itu sendiri. Dalam kasus ini prinsip-prinsip yang telah dilanggar adalah Tanggung jawab profesi, karena ia tidak menggunakan pertimbangan professional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Selain itu malinda juga melanggar prinsip Integritas, karena tidak memelihara dan meningkatkan kepercayaan nasabah.

  1. 1.      Kasus KAP Andersen dan Enron di Amerika

Terdapat hutang perusahaan yang tidak dilaporkan, yang menyebabkan nilai investasi dan laba yang ditahan berkurang dalam jumlah yang sama. Sebelum kebangkrutan Enron terungkap, KAP Andersen mempertahankan Enron sebagai klien perusahaan, dengan memanipulasi laporan keuangan dan penghancuran dokumen atas kebangkrutan Enron, dimana sebelumnya Enron menyatakan bahwa pada periode pelaporan keuangan yang bersangkutan tersebut, perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar $393, padahal pada periode tersebut perusahaan mengalami kerugian sebesar $644 juta yang disebabkan oleh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Enron.

Analisa : Pelanggaran etika dan prinsip profesi akuntansi telah dilanggar dalam kasus ini, yaitu pada prinsip pertama berupa pelanggaran tanggung jawab profesi untuk memelihara kepercayaan masyarakat pada jasa professional seorang akuntan. Prinsip kedua yaitu kepentingan publik juga telah dilanggar dalam kasus ini. Seorang akuntan seharusnya tidak hanya mementingkan kepentingan klien saja, tapi juga kepentingan publik.

 

  1. 2.      Kasus Apple iPad VS Samsung Galaxy Tab

Hasil penyelesaian gugatan Apple Inc, kepada pihak Samsung di beberapa Negara adalah

  • • Australia

Di Australia, Galaxy Tab 10.1 sempat diblokir sejak Juli 2011. Samsung sudah dua kali menunda pengenalan Galaxy Tab 10.1 karena Apple. Namun, mendekati momen Natal 2011, pengadilan Australia menghentikan larangan penjualan Galaxy Tab 10.1. Tapi pada akhirnya Samsung memenangi perang patennya dengan Apple di Pengadilan Australia. Dengan kemenangan itu, Samsung pun diizinkan menjual tablet Galaxy Tab 10.1 di Australia, setelah sebelumnya diblokir akibat gugatan yang diajukan Apple.

  • • Perancis

kemenangan perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak berlanjut di Perancis. Karena Pengadilan di Paris menolak gugatan Samsung yang meminta pemblokiran penjualan iPhone 4S di Perancis, dengan tuduhan pelanggaran paten.
Pengadilan juga memerintahkan Samsung untuk membayar sejumlah EUR 100 ribu yang dianggap sebagai ganti rugi Apple yang melakukan biaya hukum. Florian Mueller dari FOSS Patent memiliki analisis yang mendalam dan panjang mengenai keputusan pengadilan tersebut.
• Amerika Serikat

Di negara asalnya (AS), Apple tidak berhasil menghadang penjualan Samsung.
Samsung bukan satu-satunya vendor smartphone Android yang berseteru dengan Apple terkait hak paten. HTC dan Motorola juga diserang oleh Apple melalui Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat atau International Trade Commission (ITC). Hakim Distrik Amerika Serikat Lucy Koh memutuskan menolak permintaan Apple untuk memblok smartphone buatan Samsung di Amerika Serikat. Ini terjadi dalam sebuah babak baru perang antara 2 raksasa smartphone tersebut yang bermula ketika Apple mengajukan gugatan kepada Samsung di Amerika Serikat pada bulan April lalu atas dasar meniru desain Apple

  • • Jerman

Apple kembali menggugat Samsung di pengadilan distrik Dusseldorf, Jerman. Kali ini, Apple akan mengajukan gugatan kepada Samsung terkait 10 model smartphone dari keluarga Galaxy
Pengadilan Jerman sempat menghentikan penjualan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 inci pada September 2011 lalu. Karena, Apple mengklaim produk tersebut melanggar hak paten desain, tampilan, dan nuansa iPad.
Untuk menghindari putusan itu, Samsung melakukan beberapa modifikasi tampilan tablet, lalu produk modifikasi tersebut diberi nama Galaxy Tab 10.1N (ditambahkan huruf ‘N’ di belakangnya).

Apple tak juga puas. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini mengajukan mosi untuk memblokir Galaxy Tab 10.1N. Namun, pada Desember 2011, hakim mengeluarkan putusan awal bahwa Galaxy Tab 10.1N ini tidak melanggar desain hak paten Apple di Eropa. Persidangan kasus smartphone Apple vs Samsung akan digelar lagi sebelum bulan Agustus 2012. Sementara kasus tablet akan dilanjutkan pada bulan September.

Kesimpulan :

1. Perusahaan Apple Inc, berusaha memonopoli usaha dagangnya dengan mematenkan setiap produknya.

2. Apple Inc, tidak ingin ada pesaing dalam hal teknologi sehingga tidak ada yang menghalangi bisnisnya untuk menguasai pasar global.

3. Untuk menyingkirkan pesaingnya, Apple menuntut pihak pesaingnya dengan tuduhan menjiplak hak paten yang dimilikinya.

Saran :

Sebaiknya pihak Apple lebih bijak dalam menyikapi hal ini, akan lebih baik pihak Apple meneliti kesamaan antara produk pesaing dengan produk yang sudah dipatenkan. Sehingga pihak Apple tidak membuang banyak biaya untuk menggugat di banyak Negara.

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

3 Responses to Kode Etik Profesi

  1. Cheyenne says:

    Great post, really enjoyed it!
    — Cheyenne

    http://www.bigconceptdesigns.com

  2. When I first saw this title Kode Etik Profesi on google I just whent and bookmark it. Really good information can be found on website . “The fundamental defect of fathers is that they want their children to be a credit to them.” by Bertrand Russell.

Leave a Reply