Pengendalian Intern

1.    Apakah pengertian pengendalian intern?

Jawab : Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris manajemen, dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini :

 (a)   keandalan pelaporan keuangan,

 (b)   efektivitas dan efisiensi operasi, dan

 (c)    kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

 

2.    Sebutkan komponen / unsur – unsur pengendalian intern berdasarkan coso dan jelaskan komponen – komponen tersebut?

 Jawab : Ada lima komponen yang saling terkait sebagai berikut ini :

 a.      Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.

 b.      Penaksiran resiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.

 c.       Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.

 d.      Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.

 e.       Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang  waktu.

 3.    Mengapa pengendalian intern perlu dipahami dan sangat penting bagi auditor?

Jawab : Auditor harus benar – benar memahami aspek – aspek dalam struktur pengendalian intern yang ada dalam transaksi siklus pengeluaran, yaitu lingkungan pengendalian, system akuntansi, dan prosedur pengendalian, karena pemahaman tersebut berguna dan sangatlah penting dalam menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi.

-          Aspek lingkungan pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran

Auditor harus memahami struktur organisasi klien yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran ini, sebagai contoh : semua proses pembelian barang-barang dibawah kendali direktur operasi, pencatatan dibawah kendali kontroler, sedangkan proses pengeluaran kas dibawah kendali direktur keuangan, pengaturan pembelian aktiva tetap (capital expendictures) dan kebijaksanaan investasi strategis lainnya akan dipertimbangkan bagaimana pelaksanaanya. Untuk memperoleh pemahaman terhadap bagan organisasi, auditor harus melakukan wawancara (inquiry) kepada manajemen.

-        Sistem akuntansi secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran

Pemahaman terhadap system akuntansi menyebabkan auditor harus mempelajari metode pengolahan data, dokumen-dokumen kunci, serta catatan yang digunakan dalam penanganan transaksi siklus pengeluaran. Untuk itu auditor harus mempelajari manual akuntansi, bagan alir system akuntansi, dan melakukan wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran.
 

 -          Prosedur Pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran

Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori prosedur pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. Kelima kategori tersebut antara lain :

 1.      Adanya otorisasi yang memadai

 2.      Adanya pemisahan tugas

 3.      Adanya dokumen dan catatan akuntansi

 4.      Adanya akses kea rah pengendalian

 5.      Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang independent

Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam perusahaan benar-benar telah berjalan dengan baik. Prosedur pengendalian yang tidak memenuhi kelima criteria tersebut mempunyai kecenderungan risiko audit yang tinggi.

 

4.    Gambarkan dengan flowchart beserta narativenya secara garis besar atas sistem informasi akuntansi penjualan dan penerimaan dan sistem informasi akuntansi pembelian dan pembayaran?

 Jawab : berikut ini flowchart secara garis besar atas SIA Penjualan dan Penerimaan, serta SIA Pembelian dan Pembayaran, keduanya di anggap penerimaan dan pembayaran secara cash.

 -          SIA Penjualan Tunai dan Penerimaan Kas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Narative :

 

1.      Pelanggan yang merasa cocok dengan produk yang sudah dipilih melakukan pembayaran secara tunai ke Kasir.

 2.      Kasir menerima pembayaran tunai (kas) dari Pelanggan. Kemudian Kasir membuat Laporan Penerimaan Kas (LPK) dan dikirimkan ke Bagian Keuangan.

 3.      Bagian Keuangan membuat Laporan Penjualan Tunai (LPT) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Pimpinan dan Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

 Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List):

 1. Pelanggan

 -          Customer atau pembeli produk perusahaan.

 -          Melakukan pembayaran secara tunai / cash ke kasir.

 2. Kasir

 -          Menerima pembayaran tunai dari pelanggan dalam bentuk uang tunai

 -          Membuat laporan penerimaan kas (LPK) yang dikirimkan ke bagian keuangan

 3. Bagian keuangan

 -          Menerima Laporan penerimaan kas (LPK) dari kasir

 -          Membuat Laporan Penjualan Tunai (LPT) rangkap 2:

 §   Lembar ke-1        : LPT yang dikirimkan ke pimpinan sebagai laporan dan bukti penjualan

 §  Lembar ke-2          : LPT untuk tujuan arsip perusahaan

 4.      Pimpinan

 -          Menerima Laporan Penjualan Tunai (LPT) dari bagian keuangan

 -          SIA Pembelian dan Pembayaran Tunai

 

Narative :

 Prosedur pembelian tunai, supplier mengajukan penawaran:

 Bagian supplier mengirimkan SPH (Surat Penawaran Harga) ke bag pembelian.

  • Bagian pembelian menerima SPH dari pemasok lalu membuat permintaan daftar barang yang dikirim ke bagian gudang.
  • Bagian gudang menerima permintaan daftar barang lalu membuat daftar barang yang ada dan dikirimkan ke bagian pembelian.
  • Bagian pembelian menerima daftar barang yang ada lalu memutuskan apakah akan memesan atau tidak. Jika tidak akan memesan maka berakhir, tetapi jika mau memesan maka bagian pembelian akan membuat SPP(Surat Permintaan Pembelian) yang dikirim ke pemimpin
  • Pemimpin setelah menerima SPP dari bagian pembelian, jika menyetujuinya akan mengacc SPP. SPP yang telah diacc dikirim ke bagian pembelian
  • Bagian pembelian setelah menerima SPP yang telah diacc akan membuat SOP (Surat Order Pembelian) rangkap 4. SOP lembar 1 akan dikirimkan kepada supplier,SOP lembar kedua akan dikirimkan ke bagian gudang, SOP lembar ketiga akan dikirimkan ke bagian keuangan dan SOP lembar keempat akan disimpan sebagai arsip.
  • Supplier menerima SOP dari bagian pembelian. Setelah itu supplier membuat faktur, lalu mengirimkan faktur beserta barang yang dibeli kepada bagian pembelian.
  • Bagian pembelian menerima barang dan faktur dari supplier setelah itu mengirimkan barang beserta faktur kepada bagian gudang.
  • Bagian gudang menerima barang dan faktur dari bagian pembelian. Bagian gudang membuat laporan penerimaan barang rangkap 2 berdasarkan barang dan SOP. Laporan penerimaan barang lembar 1 disimpan sebagai arsip, sedangkan lembar kedua dikirim ke bagian keuangan  beserta faktur.
  • Bagian keuangan  melakukan pembayaran berdasarkan atas SOP, laporan penerimaan barang dan faktur. Pembayaran tersebut dikirim ke supplier .
  • Supplier setelah menerima pembayaran membuat faktur lunas yang dikirimkan ke bagian keuangan.
  • Bagian keuangan menerima faktur lunas dan berdasarkan faktur lunas tersebut bagian keuangan membuat laporan pemeblian tunai rangkap 2, lembar pertama kan disimpan sebagai arsip dan lembar kedua kan dikirimkan ke pemimpin.

 Jobdesk dari setiap bagian:

 1. Supplier

 -            Bertanggung jawab untuk mengirimkan Surat Penawaran Harga (SPH) ke Bagian Pembelian.

 -            Menerima Surat Order Pembelian (SOP) dari Bagian Pembelian.

 -            Berdasarkan SOP, supplier bertugas untuk membuat faktur.

 -            Mengirimkan faktur beserta barang ke Bagian Pembelian.

 -            Menerima uang kas dari Bagian Keuangan.

 -            Membuat faktur lunas.

 -            Bertanggung jawab untuk mengirimkan faktur lunas ke Bagian Keuangan.

 2. Bagian Pembelian

 -          Menerima SPH dari Supplier.

 -          Meminta daftar barang ke Gudang.

 -          Menerima daftar barang yang ada dari Gudang.

 -          Jika perlu melakukan pemesanan barang, maka Bagian Pembelian membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP). Jika tidak, maka proses diakhiri.

 -          Mengirimkan SPP yang sudah dibuat ke Pimpinan.

 -          Menerima SPP yang telah di ACC dari Pimpinan.

 -          Membuat SOP rangkap 4 :

 §  Lembar 1     : dikirimkan ke Supplier

 §  Lembar 2     : dikirimkan ke Gudang

 §  Lembar 3     : dikirimkan ke Bagian Keuangan

 §  Lembar 4     : disimpan sebagai arsip

 -          Menerima faktur beserta barang dari  Supplier

 3. Gudang

 -          Bertanggung jawab untuk menerima daftar barang dari Bagian Pembelian.

 -          Bertugas untuk membuat daftar barang yang ada / yang tersedia.

 -          Mengirimkan daftar barang yang ada ke Bagian Pembelian.

 -          Menerima Faktur beserta barang dan SOP lembar 2 dari Bagian Pembelian.

 -          Berdasarkan SOP lembar 2 dan faktur beserta barang tersebut, bagian Gudnag wajib membuat Laporan Penerimaan Barang rangkap 2.

 §  Lembar 1     : disimpan sebagai arsip

 §  Lembar 2     : Laporan Penerimaan barang beserta barang dikirimkan ke Bagian Keuangan

 4. Bagian Keuangan

 -          Menerima SOP lembar 3 dari Bagian Pembelian.

 -          Menerima Laporan Penerimaan Barang lembar 2 beserta barang dari Gudang.

 -          Berdasarkan SOP lembar 3 dan Laporan Penerimaan Barang, Bagian Keuangan bertugas untuk melakukan pembayaran kepada Supplier.

 -          Menerima faktur lunas dari supplier.

 -          Membuat Laporan Pembelian Tunai rangkap 2 :

 §  Lembar 1     : dikirimkan ke Pimpinan

 §  Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

 5. Pimpinan

 -          Menerima SPP dari Bagian Pembelian.

 -          Berhak untuk memeriksa, apakah  SPP itu layak untuk di ACC apakah tidak. Jika di ACC, maka dikirimkan ke Bagian Pembelian.

 -          Menerima Laporan Pembelian Tunai lembar 1 dari Bagian Keuangan.

5.    Dari siklus / alur transaksi pada no.4 tersebut diatas indentifikasi dimana titik pengendalian intern yang penting yang seharusnya ada dan bagaimana jika titik kontrol tersebut tidak ada, kelemahan apa yang akan terjadi (buatkan jawaban atas bagian ini dalam bentuk tabel)?

 Jawab :

Pengendalian Intern Transaction

Titik Pengendalian Intern

(importance)

Kelemahan

(jika tidak ada titik control)

SIA Penjualan dan Penerimaan

1.    Pelanggan yang merasa cocok dengan produk yang sudah dipilih melakukan pembayaran secara tunai ke Kasir. Dibantu control dengan cctv dan security.

 

2.    Kasir menerima pembayaran tunai (kas) dari Pelanggan. Kemudian Kasir membuat Laporan Penerimaan Kas (LPK) dan dikirimkan ke Bagian Keuangan.

 

3.    Bagian Keuangan membuat Laporan Penjualan Tunai (LPT) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Pimpinan dan Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

 

1.      Pelanggan yang tidak bertanggung jawab bisa saja akan mengambil barang tanpa membayar.

2.      Dibutuhkan pengendalian karena bila kasir tidak membuat / melaporkan LPK dari penerimaan pembayaran pelanggan, maka secara laporan kas masuk akan berantakan.

3.      Laporan Penjualan Tunai (LPT) tidak sampai kepada pimpinan atau bahkan dapat disalahgunakan untuk keperluan pribadi pihak bagian keuangan.

SIA Pembelian dan Pembayaran

1.       Bagian gudang menerima permintaan daftar barang lalu membuat daftar barang yang ada dan dikirimkan ke bagian pembelian.

2.       Bagian pembelian menerima daftar barang yang ada lalu memutuskan apakah akan memesan atau tidak. Jika tidak akan memesan maka berakhir, tetapi jika mau memesan maka bagian pembelian akan membuat SPP (Surat Permintaan Pembelian) yang dikirim ke pemimpin

3.       Bagian pembelian setelah menerima SPP yang telah diacc akan membuat SOP (Surat Order Pembelian) rangkap 4. SOP lembar 1 akan dikirimkan kepada supplier, SOP lembar kedua akan dikirimkan ke bagian gudang, SOP lembar ketiga akan dikirimkan ke bagian keuangan dan SOP lembar keempat akan disimpan sebagai arsip.

4.       Bagian pembelian menerima barang dan faktur dari supplier setelah itu mengirimkan barang beserta faktur kepada bagian gudang.

5.       Bagian gudang menerima barang dan faktur dari bagian pembelian. Bagian gudang membuat laporan penerimaan barang rangkap 2 berdasarkan barang dan SOP. Laporan penerimaan barang lembar 1 disimpan sebagai arsip, sedangkan lembar kedua dikirim ke bagian keuangan  beserta faktur.

6.       Bagian keuangan  melakukan pembayaran berdasarkan atas SOP, laporan penerimaan barang dan faktur. Pembayaran tersebut dikirim ke supplier.

7.       Bagian keuangan menerima faktur lunas dan berdasarkan faktur lunas tersebut bagian keuangan membuat laporan pemeblian tunai rangkap 2, lembar pertama kan disimpan sebagai arsip dan lembar kedua kan dikirimkan ke pemimpin.

1.      Dapat terjadi kesalahan barang yang akan dibeli oleh bagian pembelian.

2.      Diperlukan approval pemimpin agar dapat mengontrol barang – barang apa saja yang ingin dibeli agar tidak terjadi penumpukan.

3.      Diperlukan Sop agar ada adanya surat jalan yang akan di ttd oleh pihak pembeli dan penjual, serta ditujukan untuk pembayaran yang akan dikirim tagihannya setelah barang diterima.

4.      Diperlukan pengecekan yang secara tepat sebelum barang diterima dan masuk kedalam gudang. Lalu mengecek barang dengan SOP dan faktur yang diterima apakah sudah sesuai atau tidak. Jika sesuai di ttd, jika salah akan di kembalikan tidak diterima

5.      Diperlukan pengendalian agar pembayaran yang akan dilakukan pihak finance sudah sesuai antara fisik barang dengan surat jalan, faktur dan invoice dari supplier.

6.      Idem

7.      Diperlukan pengendalian intern agar transaksi  transfer / pembayaran yang dilakukan tidak terjadi double payment, maka bukti payment harus di file / arsip secara baik dan dilaporkan kepada pimpinan.

 

 

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

6 Responses to Pengendalian Intern

  1. Thanks ! Supper Post !!

  2. Thank you very much. This really helped me with my work. I appreciate your help. Thanks a lot.

  3. moncler sale says:

    Thanks for the great Post very COOL!!!

  4. Sau says:

    This really solved my problem, appreciate it!

Leave a Reply