Sistem Pengendalian Manajemen

Analisis Laporan Keuangan

 

Analisis Laporan Keuangan

1. Jelaskan pendapat Saudara, mengapa analisis varians penting bagi pengendalian manajemen! Beri contoh!

Jawab : Analisis varians sangatlah penting bagi pengendalian manajemen di suatu organisasi dalam :

1)      Mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi keuntungan.

2)      Menggunakan faktor kunci tersebut untuk mengklasifikasi seluruh varian keuntungan.

3)      Memfokuskan pada keuntungan yang di dapat dari setiap faktor.

4)      Menggunakan satu faktor dalam setiap pemecahan masalah dengan mengasumsikan faktor lain konstan.

5)      Memecahkan masalah secara bertahap mulai dari yang paling mendasar hingga ke tahap sulit.

6)      Menghentikan proses apabila faktor yang ditambahkan tidak sesuai dengan tujuan awal.

Contoh : Departemen bagian marketing & sales, dimana para manajer akan mengidentifikasi faktor – faktor kunci yang akan mendatangkan keuntungan bagi organisasi, mulai dari mempromosikan produk dan menjualkan barang yang di pasarkan sesuai target yang sudah ditentukan. Kemudian di telaah oleh top manajemen dari pihak finance untuk mengetahui budget anggaran yang tersedia untuk mendukung penjualan agar meningkat. Apabila terjadi sales tidak meningkat, bahkan cenderung merugi, pihak manajemen harus mengambil tindakan, menganalisa dan memfokuskan pada suatu fokus yang dianggap memegang peranan penting di dalam kejadian tersebut.


2.Apa kelebihan dan kelemahan analisis varians? Jelaskan!

Jawab :

Kelebihan

Analisis yang seksama mengidentifikasikan penyebab dari varians tersebut dan unit organisasi yang bertanggung jawab untuk itu. Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen terendah. Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis keseluruhan, yang dibagi menjadi varians pendapatan dan beban. Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit bisnis tersebut. Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan. Varians beban dapat dibagi menjadi beban produksi dan beban lainnya.beban produksi dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen dalam suatu pabrik. Oleh karena itu setiap perusahaan dapat mengidentifikasi setiap varians dengan manajer individual yang bertangguang jawab untuk itu. Analisis tipe ini sangat bermanfaat, yang tanpanya maka efisiensi keuntungan anggaran yang didapat akan sangat terbatas.

 

Kelemahan

-          Walaupun dengan analisis ini mengidentifikasi adanya varian tetapi tidak menyebutkan mengapa varian ini muncul atau apa yang dilakukan untuk mengatasinya

-          Bagaimana menentukan apakah varian tersebut cukup signifikan

-          Laporan kinerja menjadi lebih kompleks varian kesetimbangan bisa membuat orang yang membaca memiliki persepsi yang salah

-          Manajer tergantung pada peramalan dan penjelasan – penjelasan

-          Laporan tidak menunjukkan efek yang akan terjadi dari tindakan yang telah diambil manajer

3. Menurut pendapat Saudara apakah varians biaya yang favourable / menguntungkan selalu dianggap baik? Berikan penjelasan Saudara dan berikan contohnya.

Jawab : Pastinya biaya yang favourable ini akan dianggap baik. Karena varians favourable berarti bahwa varians ini memiliki pengaruh meningkatkan laba / keuntungan operasi yang relative terhadap jumlah yang dianggarkan. Jumlah yang dianggarkan disini terelative seimbang / sesuai dengan yang terealisasi.

 

Namun yang menjadi dianggap tidak baik adalah bahwa varians di departemen – departemen yang berbeda saling terkait, penentuan hubungan semacam itu penting ketika varians yang menguntungkan di suatu area ditiadakan oleh varians tidak menguntungkan di area lain yang terkait.

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Budgeting

1. Manajemen ada yang bersikap skeptis terhadap anggaran karena anggaran menggunakan asumsi tentang masa depan yang belum tentu benar. Asumsi tersebut bahkan menjadi tidak benar sebelum anggaran dilaksanakan. Apa komentar Anda!

Jawab : Menurut saya yang namanya asumsi, semuanya harus berdasarkan perhitungan / kalkulasi antara data yang satu dengan data yang lainnya, yang mendukung dalam penyusunan anggaran. Sehingga dengan menganalisa data – data sebelumnya, contohnya mengambil analisa dari data perencanaan dan aktualisasi setahun atau dua tahun sebelumnya, akan terhindar dari ketidakbenaran anggaran yang di anggap tidak masuk akal. Semuanya harus penuh dengan perhitungan dalam menyusun anggaran dan diharapkan anggaran dapat terlaksana secara aktualisasi yang tepat atau hampir mendekati ketepatan.

 

2. Mengapa aspek perilaku harus dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran? Jelaskan!

Jawab : Aspek perilaku yang terkait dengan anggaran merujuk pada perilaku manusia yang dterlibat  pada saat anggaran tersebut disusun dan diimplemetasikan. Anggaran dapat mempengaruhi perilaku manusia. Adanya anggaran mengakibatkan manusia membatasi tindakannya. Anggaran pula yang menyebabkan kinerja manajer selalu dan secara kontinyu dipantau serta dibandingkan. Hal ini pula yang mengakibatkan timbulnya tekanan. Manajer seringkali menghadapi permasalahan akibat adanya anggaran seperti misalnya timbulnya over atau under budget, penyimpangan dari anggaran yang diharapkan, dan sebagainya. Akibatnya anggaran kemudian dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghambat atau mengancam karir. Keberhasilan anggaran terutama akan ditentukan oleh cara pembuatan anggaran itu sendiri.

 

Program anggaran yang paling berhasil harus melibatkan manajer dalam tanggungjawab pengendalian biaya untuk membuat estimasi anggaran mereka sendiri. Pendekatan dalam penyediaaan data anggaran ini penting terutama apabila anggaran tersebut akan digunakan untuk mengendalikan dan mengevaluasi aktivitas seorang manajer. Pendekatan penganggaran yang dianggap paling efektif adalah anggaran yang dibuat dengan kerjasama dan partisipasi penuh dari manajer pada semua tingkatan.

 

Anggaran partisipatif merupakan alat komunikasi yang baik. Proses penyusunan anggaran partisipatif seringkali memungkinkan manajemen puncak untuk memahami masalah yang dihadapi karyawan, dan karyawan juga dapat lebih memahami kesulitan yang dihadapi oleh manajemen puncak. Hal ini akan meningkatkan komitmen para karyawan untuk mencapai tujuan anggaran. Selain itu keterlibatan manajemen puncak secara aktif dalam penyusunaan anggaran juga memotivasi manajer tingkat bawah untuk mempercayai anggaran, tulus dalam melakukan penyusunan anggaran dan berusaha untuk mencapai tujuan anggaran.

3. Semua anggaran tergantung pada anggaran penjualan / anggaran pendapatan. Benarkah pendapat tersebut? Jelaskan!

Jawab : Menurut saya semua anggaran memang tergantung pada anggaran penjualan dan anggaran pendapatan, supaya terdapat acuan dalam penetapan anggaran. Namun tidak hanya tergantung kepada dua hal itu saja. Nilai suatu anggaran ini lebih tepatnya tergantung pada perencanaan dan pengendalian anggaran. Apabila terjadi penyimpangan atas pelaksanaan anggaran dikarenakan terlalu tinggi dalam penetapannya, maka diperlukan cara untuk mengendalikannya yaitu dengan cara meninjau kembali hasil penetapan anggaran yang sudah dibuat sebelumnya, sehingga pada saat pelaksanaan dapat terkendali dengan baik, dan juga akan dijadikan sebagai masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan perencanaan dan pengendalian anggaran tersebut, sehingga pada periode yang akan datang dapat dijadikan sebagai perbaikan yang positif.

4. Jelaskan tahap-tahap penyusunan anggaran / proses penyusunan anggaran

 Jawab : ada tiga tahapan besar dalam proses penyusunan budget :

1. Penyusunan tujuan perusahaan / Goal setting stage

Aktivitas perencanaan dimulai dengan penterjemahan tujuan utama organisasi ke dalam aktivitas spesifik dari sasaran-sasaran. Untuk mengembangkan perencanaan yang realistis dan menciptakan suatu anggaran yang dapat dilaksanakan, interaksi yang luas dibutuhkan antara lini organisasi dengan para manajer. Controller dan direktur perencanaan memainkan kunci dalam proses interaksi antar manusia ini. Mereka bertanggungjawab untuk memprakarsai dan mengatur proses penyusunan anggaran dan untuk membantu individu-individu dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.

Ketika merumuskan tujuan organisasi dan menterjemahkannya ke dalam sasaran-sasaran operasional harus pula dipertimbangkan kongkruensi antara keinginan karyawan dengan kebutuhan manajer agar tujuan dan sasaran dapat dicapai.

 

Sasaran yang realistis dibuat melalui partisipasi yang berarti akan mempengaruhi setiap tingkatan manajer dan para karyawan, kurangnya partisipasi akan menghasilkan efek samping berupa penyimpangan perilaku. Konsep-konsep perilaku utama yang dapat mempengaruhi fase penetapan sasaran pada proses perencanaan adalah partisipasi, congruence, dan komitmen.

2)      Implementasi

Pada tahap implementasi rencana formal digunakan untuk mengkomunikasikan objectives dan strategi-strategi organisasi dan untuk memotivasi secara positif orang-orang yang ada di dalam organisasi. Hal ini dapat dicapai melalui penetapan tujuan-tujuan secara rinci kepada mereka yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya. Agar rencana dapat terlaksana, rencana tersebut harus dikomunikasikan secara efektif, terjadinya kesalahpahaman harus dapat dideteksi dan dicarikan pemecahan masalahnya. Hanya dengan rencana formal yang disukai yang dapat menimbulkan kerjasama yang menyeluruh dari berbagai kelompok yang dapat menimbulkan motivasi. Konsep-konsep perilaku yang utama yang mempengaruhi fase implementasi adalah komunikasi, kerjasama dan koordinasi.

 

3)      Pengendalian dan evaluasi kinerja

Anggaran yang diimplementasikan akan berfungsi sebagai unsur kunci dalam system pengendalian. Anggaran tersebut akan menjadi tolok ukur bagi kinerja aktual dan akan menjadi dasar penilaian bagi Management by Exception. Hal itu menunjukkan bahwa management by exception jangan  hanya melihat penyimpangan/selisih yang tidak menguntungkan saja melainkan juga penyimpangan yang menguntungkan.

 

Penyimpangan-penyimpangan yang menguntungkan dan kinerja yang melebihi standar akan mengindikasikan bahwa masa yang akan datang menghasilkan keuntungan melalui pengetahuan dan teknologi pada operasi yang serupa. Namun demikian, penyimpangan-penyimpangan yang menguntungkan dapat pula mengindikasikan kebutuhan penyesuaian terhadap anggaran. Sementara penyimpangan-penyimpangan yang tidak menguntungkan dan kinerja di bawah standar harus segera memicu perbaikan kegiatan dalam rangka menghindari timbulnya biaya atau kerugian.

 

Kebijakan – kebijakan manajemen, sikap-sikap, serta kegiatan-kegiatan dalam evaluasi kinerja dan tindak lanjut dari penyimpangan mempunyai sejumlah konsekuensi perilaku, yang mana jika tidak dipahami dan dikontrol, akan menghambat keberhasilan seluruh proses perencanaan dan pengawasan. Beberapa konsekuesi perilaku yang mungkin timbul yaitu tekanan, motivasi, aspirasi dan kekhawatiran.

5. Bandingkan secara rinci perbedaan dan persamaan antara anggaran, perencanaan strategis dan perkiraan/forecasting.

Jawab : perbedaan anggaran dengan ramalan dilihat dari karakteristiknya adalah sebagai berikut :

Karakteristik anggaran :

  1. Anggaran memperkirakan keuntungan yang potensial dari unit perusahaan.
  2. Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non-moneter (contoh unit yang terjual atau produksi).
  3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun.
  4. Merupakan perjanjian manajemen, bahwa manajer setuju untuk bertanggung jawab untuk pencapaian tujuan dari anggaran.
  5. Usulan anggaran diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuat anggaran.
  6. Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
  7. Secara berkala kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran dan perbedaannya dianalisis dan dijelaskan.

Sedangkan karakteristik ramalan :

  1. Peramalan dapat atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter.
  2. Dapat dilakukan setiap waktu.
  3. Peramal tidak menerima tanggung jawab akan hasil dari ramalannya.
  4. Peramalan biasanya tidak disetujui oleh kekuasaan yang lebih tinggi.
  5. Peramalan diperbaharui secepatnya informasi baru menunjukkan adanya perubahan kondisi.
  6. Berbagai varian dalam peramalan tidak dianalisis secara formal ataupun berkala”.

Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan tentang perbedaan karakteristik antara anggaran dengan ramalan, anggaran adalah rencana manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah positif akan diambil oleh pembuat anggaran, manajer yang mempersiapkan anggaran untuk membuat kegiatan nyata berkaitan dengan rencana. Sedangkan peramalan hanya sebuah prediksi akan apa yang sangat mungkin terjadi, tidak membawa implikasi bahwa peramalan akan berupaya sedemikian rupa agar ramalannya akan terealisasikan.

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter